Tampilkan postingan dengan label health & beauty. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label health & beauty. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Juni 2021

Vagina Gatal Saat Menstruasi? Ini Cara Cegah Iritasi Miss V

Juni 02, 2021 3


vagina gatal saat menstruasi

Pernah nggak kamu pakai pembalut lebih dari 4 jam ketika sedang menstruasi? Ternyata itu sangat nggak sehat, lho! Karena jika pembalut tidak diganti secara rutin, maka akan membuat lembap di area kewanitaan dan bisa bikin vagina gatal bahkan iritasi dan infeksi.

 

Hal itu merupakan salah satu yang diungkap dalam webinar bertajuk “Sehat dan Bersih Saat Menstruasi” (27/5/2021) yang diselenggerakan atas kerja sama Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) pada, Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia dan Mundipharma Indonesia.

 


Webinar ini diadakan dalam rangka Hari Kebersihan Menstruasi yang jatuh pada tanggal 28 Mei dengan tujuan meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pentingnya Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) juga diluncurkannya kampanye edukatif #YangIdeal dari Mundipharma Indonesia yang mengajak perempuan Indonesia untuk lebih menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan dalam keseharian maupun ketika sedang haid.

 

Dalam webinar ini, Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH dari Pengurus Besar Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) membicarakan tentang masalah kesehatan yang dapat timbul akibat kurangnya menjaga kebersihan saat menstruasi serta cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

 

Sementara itu, dr. Dwi Oktavia, TLH, M.Epid selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta memaparkan mengenai apa saja kegiatan pemerintah dalam mendukung manajemen kebersihan menstruasi.

 


Kegiatan itu antara lain diselenggarakannya program yang mendukung kesehatan reproduksi remaja mulai dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Posyandu Remaja, penyuluhan kesehatan reproduksi dan penyakit infeksi menular seksual ke sekolah-sekolah, serta vaksinasi HPV yang menyasar anak kelas 5 dan 6 SD untuk mengurangi risiko kanker serviks.

 

Acara dilanjutkan dengan pemaparan Psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si, yang membahas tentang peran ibu untuk mengedukasi anak perempuan mengenai kesehatan dan kebersihan saat menstruasi.

 

Menstruasi

Foto: Pexels.com/Cliff Booth


Menstruasi adalah proses biologis yang normal terjadi pada perempuan berupa keluarnya darah dari vagina selama beberapa hari dalam satu periode atau siklus bulanan. 

 

Menstruasi pada seorang perempuan menandakan tubuhnya dapat bereproduksi (memiliki anak) karena haid ditandai oleh proses matangnya sel telur yang dapat dibuahi. Keluarnya darah merupakan peluruhan bagian lapisan dinding rahim yang menebal karena tidak terjadinya pembuahan.

 
Siklus Menstruasi

Foto: Unsplash.com/Oana Cristina

Siklus menstruasi merupakan rangkaian fase menstruasi dalam satu  bulan yang dihitung dari hari pertama pada satu periode haid hingga hari pertama di periode berikutnya. Biasanya dalam satu siklus, haid berlangsung selama 3 - 7 hari dalam satu periode bulanan yang terjadi sekitar 21 - 35 hari.

 

Mengetahui siklus menstruasi juga dapat membantu mengetahui masa subur perempuan. Untuk siklus haid yang berada di rentang waktu 27 - 30 hari, berarti masa subur kamu adalah di hari ke-9 hingga hari ke-19 dihitung dari hari pertama haid.

 
Tanda-tanda Menstruasi

Foto: Unsplash.com/Julien L

Tanda-tanda menstruasi biasanya muncul sekitar 1 – 2 minggu sebelum haid hari pertama. Perubahan hormon yang terjadi pada saat haid menimbulkan beberapa gejala yang dirasakan oleh tubuh. Berikut ini tanda-tanda menstruasi seperti dilansir dari situs Alodokter.com.

1. Nyeri pada payudara

2. Perut kembung

3. Muncul jerawat

4. Meningkatnya nafsu makan

5. Kram pada perut dan punggung bagian bawah

6. Mood yang mudah berubah (lebih sensitif dan emosional)

 

Menstruasi yang Sehat

Foto: Pexels.com/Karolina Grabowska


Berikut ini siklus menstruasi yang sehat seperti disarikan dari Halodoc.com.

1. Siklus berada dalam kurun waktu 21 - 35 hari (tidak kurang atau lebih)

2. Terjadi setiap periode bulan. Tidak lewat sampai tiga siklus berturut-turut.

3. Aliran darah tidak lebih sedikit atau jauh lebih banyak dibanding menstruasi yang biasa dialami.

4. Tidak merasakan nyeri yang berlebihan hingga mual dan muntah

5. Tidak mengalami pendarahan di luar siklus. Baik itu sebelum maupun setelah selesai haid.

 

Penyebab Vagina Gatal Saat Menstruasi

Saat menstruasi, kondisi "Miss V" menjadi lebih tertutup karena adanya pembalut, ditambah darah yang keluar dan keringat dari tubuh, membuat area kewanitaan menjadi lebih lembap sehingga jadi tempat berkumpulnya bakteri dan jamur. 

 

Jika kebersihan area kewanitaan kurang terjaga dengan baik, maka bakteri dan jamur bisa menyebabkan iritasi serta infeksi pada "Miss V" yang membuat vagina gatal, bahkan perih dan bengkak.

 

4 Masalah Kesehatan yang Dapat Muncul Jika Tidak Menjaga Kebersihan Vagina Saat Menstruasi



Kondisi vagina gatal yang berlebihan bisa jadi salah satu tanda adanya iritasi atau infeksi. Prof. Dr. dr. Dwiana Ocvitanti, SpOG(K), MPH dalam webinar mengungkapkan apa saja masalah kesehatan yang bisa timbul jika tidak menjaga kebersihan area kewanitaan saat menstruasi.

  • Infeksi bakteri

Infeksi vagina karena jumlah bakteri alami di area kewanitaan yang tidak seimbang disebut Vaginosis Bakterialis. Tidak berbahaya tapi dapat menimbulkan keputihan dan gatal.

  • Infeksi jamur

Infeksi jamur pada vagina disebut juga Kandidosis Vulvovaginalis. gejalanya adalah gatal ekstrem dan bengkak di organ intim serta keputihan yang menggumpal

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Gejala ISK antara lain demam, sakit di perut dan panggul, nyeri saat buang air kecil.

  • Kanker Serviks

Infeksi bakteri dan jamur yang sudah dalam kadar serius dan tidak tertangani dengan baik bisa meningkatkan risiko kanker serviks.

 

Bagaimana Cara Merawat Kebersihan Diri Saat Menstruasi?

Foto: Pexels.com/Archie Binamira


Berikut ini cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari berbagai masalah vagina gatal karena jamur dan bakteri yang bisa menimbulkan masalah kesehatan saat menstruasi.

1. Gunakan pembalut yang bersih

2. Selalu cuci tangan dengan sabun sebelum serta sesudah mengganti pembalut

3. Ganti pembalut maksimal 4 jam sekali

4. Jika pembalut dalam keadaan basah dan lembap, ganti pembalut bahkan jika darah belum tertampung banyak, atau bahkan jika belum sampai 4 jam

5. Basuh vagina dengan air mengalir yang bersih dari arah depan ke belakang

6. Cuci bersih pembalut dengan air dan peras lalu masukkan pada kertas pembungkus atau kantong plastik.

7. Buang pembalut ke tempat sampah

8. Mandi 2x sehari agar tubuh tetap bersih dan segar

9. Untuk jaga kebersihan ekstra, bila perlu gunakan cairan pembersih vagina yang sesuai dengan pH vagina

 

Betadine Feminine Care, Rangkaian Produk yang Lengkap untuk Menjaga Kebersihan Vagina

betadine feminine


Betadine Feminine Care menyediakan berbagai rangkaian produk yang bisa digunakan sesuai kebutuhan. Untuk penggunaan sehari-hari, kamu bisa menggunakan Betadine Feminine Wash Foam atau Betadine Feminine Wash Natural Daun Sirih. Produk ini sudah disesuaikan dengan keseimbangan pH di area kewanitaan dan mengandung prebiotics. Selain itu juga bebas dari paraben.

 

Untuk kamu yang suka bepergian, bisa gunakan Betadine Feminine Wipes yang praktis dibawa ke mana-mana. Sementara untuk penggunaan saat haid, terdapat varian Betadine Feminine Hygiene yang mengandung antiseptik dapat mengatasi infeksi kuman yang bisa menyebabkan iritasi dan gatal.

 

Ada juga produk Betadine Vaginal Douche untuk mengatasi infeksi. Tapi, untuk penggunaan produk ini sebaiknya dikonsultasikan terlebih dulu dengan tenaga kesehatan. Rangkaian lengkap produk Betadine Feminine Care bisa kamu beli di Tokopedia dengan klik link ini: Betadine Official Store di Tokopedia.

 

Selain menyediakan produk pembersih khusus area kewanitaan, Betadine juga terus mengedukasi perempuan Indonesia mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan dan telah membagikan buku saku “Sehat dan Bersih Saat Menstruasi” ke lebih dari 1 juta perempuan di Indonesia. 

 

“Melalui kegiatan edukasi ini, kami berharap perempuan Indonesia semakin mengerti cara menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaannya sedini mungkin, serta dapat terus beraktivitas dengan nyaman tanpa terhalang menstruasi,” ujar Mada Shinta Dewi, Country Manager Mundipharma Indonesia.

 

Udah tahu, kan betapa nggak enaknya kalau sampai area kewanitaan banyak jamur dan bakteri akibat kurang jaga kebersihan? Yuk, makin peduli dan perhatian sama organ intim kita!



Feature image:

Foto: Pexels.com/Karolina Grabowska

Olah digital: Aprillia Ramadhina with Canva

 

Referensi:

Azanella, Luthfia Ayu. 2021. “Ramai soal Patung Merlion di Madiun, Ini Penjelasannya”, https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/01/200500865/ramai-soal-patung-merlion-di-madiun-ini-penjelasannya-, diakses pada 2 Januari 2020 pukul 14.05.


Adrian, Kevin. 2018. “Tanda-Tanda Menstruasi Akan Segera Tiba”, https://www.alodokter.com/tanda-tanda-menstruasi-akan-segera-tiba, diakses pada 2 Juni 2021 pukul 11.31.

 

Verona, Verury. 2020. “Ini Perbedaan Siklus Haid yang Normal dan Tidak”, https://www.halodoc.com/artikel/ini-perbedaan-siklus-haid-yang-normal-dan-tidak, diakses pada 2 Juni 2021 pukul 11.33.

 

Tamin, Rizki. 2021. “Cara Menghitung Masa Subur Setelah Haid”, https://www.alodokter.com/menghitung-masa-subur-wanita-setelah-haid, diakses pada 2 Juni 2021 pukul 11.34.


Review Scarlett Body Care: Bikin Kulit Halus dan Lembap!

Juni 02, 2021 0


Selama pandemi rasanya jadi kurang merawat diri karena jarang pergi ke mana-mana. Padahal, merawat diri sejatinya bukan agar dilihat orang, tapi supaya kita bisa makin sayang dan nyaman dengan diri sendiri.


Paling enak merawat diri itu dengan produk yang cocok buat kulit kita. Karena akhir-akhir ini lagi seneng banget pakai rangkaian produk Scarlett body care, rasanya sayang banget kalau nggak bagiin ceritanya ke kamu yang mungkin lagi cari produk perawatan tubuh yang oke. Simak review Scarlett body care selengkapnya ya, mulai dari body scrub, shower scrub dan body lotion!

 

1. Review Scarlett Body Scrub Romansa: Bye-bye Kulit Kasar dan Kusam!


Ini merupakan produk lulur dari Scarlett. Untuk teksturnya, tidak terlalu jauh berbeda dengan lulur pada umumnya, hanya saja sedikit lebih padat. Warnanya putih dan terdapat butiran-butiran scrub di dalamnya. Saya pakai yang varian Romansa, aromanya manis dan tidak mengganggu ketika diaplikasikan.


Dengan menggunakan body scrub secara rutin setiap 2x seminggu, akan membantu proses regenerasi kulit kita. Tapi, jangan dipakai setiap hari juga, ya! Kalau sudah pakai body scrub kamu juga nggak perlu pakai sabun lagi. 

 
Cara Pakai Scarlett Body Scrub:



  • Aplikasikan scrub pada seluruh tubuh dalam keadaan kering atau basah.
  • Diamkan selama 2 – 3 menit lalu gosok perlahan dan bilas dengan air sampai tidak ada sisa scrub di tubuh.
  • Keringkan tubuh dan lanjutkan perawatan tubuh dengan memakai Scarlett Body Lotion.


Kalau saya sendiri lebih senang dibalur minyak zaitun terlebih dulu sebelum mengoleskan lulurnya. Biar bisa lebih nyaman ketika memijat tubuh sendiri dengan butiran scrubnya. Setelah pakai lulurnya, kulit langsung terasa halus dan lembut!


2. Review Scarlett Brightening Shower Scrub Pomegrante: Menyegarkan Kulit yang Lelah


Dari semua rangkaian produk body care dari Scarlett, shower scrub Pomegrante jadi yang paling favorit buat saya. Butiran scrub-nya super halus dan nggak berasa ketika dipakai mandi. Kulit rasanya seger banget abis mandi pakai sabun ini.


Warna ungunya juga eye-catching! Saat dituang, warnanya tampak bening keungu-unguan. Butiran scrub-nya warna merah dan biru, so sparkling! Wanginya beneran bangkitin mood banget! Bikin semangat saat mandi pagi dan bikin rileks ketika mandi sore.

 

Cara Pakai Scarlett Brightening Shower Scrub:


  • Basahi seluruh tubuh dengan air.
  • Tuangkan shower scrub ke telapak tangan dan busakan terlebih dulu sebelum diaplikasikan ke   seluruh tubuh.
  • Bilas sampai bersih hingga tak ada sisa sabun di badan.

Shower scrub ini aman dipakai setiap kali mandi, ya walaupun ada butiran scrub halusnya. Karena setelah mandi kulit terasa banget lembapnya. Jangan lupa setelah mandi pakai body lotion Scarlett juga untuk jaga kelembapan tubuh sepanjang hari.


3. Review Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Freshy: Wangi Tahan Lama


Saya suka banget dengan body lotion yang wanginya tahan lama, rasanya jadi seneng cium aroma tubuh sendiri. Dan kalau wanginya enak, nggak ada alasan buat skip pakai body lotion. Untungnya ada Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion yang wanginya kayak parfum. Kalau udah pakai body lotion Scarlett ini, nggak pakai parfum lagi kayaknya nggak apa-apa juga.


Untuk body lotion Scarlett varian Freshy ini memiliki aroma buah pir berpadu bunga freesia putih yang segar dan berkelas. Waktu awal diaplikasikan wanginya memang cukup kuat, tapi setelah menyerap wanginya jadi manis dan lembut, agak mirip wangi Jo Malone English Pear & Freesia eau de cologne. Wanginya pun tahan lama, bahkan ketika kena air pun masih nempel aromanya.


Warnanya kuning muda cenderung ke arah putih gading. Teksturnya creamy, dan gampang meresap saat diaplikasikan. Jadi, nggak bakal makan waktu lama ketika memakainya. Yang paling saya suka dari lotion ini setelah dipakai nggak bikin kulit jadi lengket saat berkeringat.

 

Cara Pakai Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion

Saat pakai dan setelah pakai Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion


  • Gunakan sehabis mandi pada pagi dan sore hari.
  • Aplikasikan secara merata ke seluruh tubuh sampai benar-benar meresap.


Selain dipakai habis mandi, lotion ini juga bisa dipakai kapan pun jika kulit kita terasa kering dan butuh dilembapkan. Nggak perlu khawatir tumpah kalau dibawa pergi di dalam tas. Karena meski botolnya berbentuk pump, bagian mulut botolnya bisa di-lock dan unlock. Jadi, ketika dalam keadaan terkunci nggak akan mudah tertekan.

 

 

Manfaat Scarlett Body Care untuk Kulit yang Lebih Cerah, Halus dan Lembap



Ketiga rangkaian Scarlett untuk perawatan tubuh mulai dari body scrub, shower scrub, dan body lotion mengandung Glutathione dan Vitamin E yang bermanfaat untuk mencerahkan, melembapkan, dan menutrisi kulit. Untuk perawatan setiap hari, kamu bisa mandi dengan shower scrub lalu dilanjut dengan menggunakan body lotion. Biar hasilnya semakin maksimal, lakukan juga lulur tubuh dengan body scrub Scarlett 2x seminggu.

 

 

Harga Scarlett Whitening


Masing-masing produk body care Scarlett dijual dengan harga Rp75.000 untuk satuannya. Dengan kandungan isi sebanyak 300ml untuk body lotion dan shower scrub serta 400g untuk body scrub.


Kamu bisa beli paket hemat Scarlett Whitening berisi 5 produk dengan harga lebih murah yaitu Rp300.000 dan mendapatkan box exclusive + free gift. Produk yang bisa dipilih dapat kamu campur, mulai dari shower scrub, body lotion, body scrub, facial wash, serum, cream, atau shampoo dan conditioner.


Kamu bisa beli produknya langsung di Shopee dengan klik link ini: Official Shop Scarlett di Shopee.  Setiap kamu beli produk Scarlett, pasti selalu dibungkus lagi dengan bubble wrap. Jadi, nggak perlu cemas barang rusak ketika sampai di rumah.


Hal paling penting yang perlu kamu tahu dari produk Scarlett adalah bahwa produknya sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Di setiap produknya tertera nomor registrasi yang bisa kamu cek di situs resmi BPOM di sini: cekbpom.pom.go.id. Sudah pasti aman untuk kulit dan dijamin bukan skincare abal-abal, ya! Selain itu, produk Scarlett juga tidak dites ke hewan (not tested on animals).


Kemasannya juga mudah untuk dibawa ke mana-mana. Jadi, kalau travelling, pastikan bawa rangkaian produk Scarlett biar kulit selalu sehat dan cantik. Buat yang udah coba Scarlett, apa nih produk yang jadi favoritmu?


Selasa, 16 Juli 2019

Gencarkan 3 Perilaku Germas untuk Cegah Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM)!

Juli 16, 2019
Foto: Aprillia Ramadhina


Masih melekat dalam benak bagaimana masyarakat begitu berduka ketika ibu Ani Yudhoyono meninggal dunia akibat kanker darah yang dideritanya. Kita melihat kesedihan mendalam begitu dirasakan oleh orang-orang yang ditinggalkannya, terutama bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Siapa pun akan ikut tergetar melihat sosok pria berwibawa itu mencoba menahan kerapuhannya dan berusaha untuk tetap tegar.

Tak lama berselang dari kabar kehilangan salah satu putri bangsanya, Indonesia kembali berduka. Bapak Sutopo Purwo, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dikabarkan meninggal dunia akibat kanker paru-paru stadium 4 yang sudah dideritanya sejak lama.

Setelah beliau pergi, banyak beredar videonya ketika ia mengenang saat-saat awal dirinya divonis kanker paru-paru stadium 4. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak merokok dan sudah cukup menjaga kesehatan. Ia juga menceritakan bahwa kemungkinan penyakit itu ia derita karena ia menjadi perokok pasif, di mana karyawan-karyawan lain di lingkungan tempatnya bekerja banyak yang merokok.
 
Sumber: Instagram @suara_tanpa_rokok. Video selengkapnya dapat dilihat di sini.

Sebegitu bahayanya rokok. Ayah saya pun, meninggal karena serangan jantung akibat dulunya perokok berat selama bertahun-tahun. Saat divonis sakit jantung, ia baru mengubah gaya hidupnya. Ia mulai berhenti merokok, mulai benar-benar memperhatikan asupan makanan. Karena selain rokok, baru ketahuan juga dia mengidap penyakit lainnya, yaitu diabetes dan kolesterol. Sayangnya, semuanya sudah terlanjur terlambat.


Memang takdir adalah milik sang pencipta. Kapan berakhirnya hidup seseorang hanya Tuhan yang tahu. Kematian adalah misteri Illahi yang tidak bisa ditebak atau diprediksi. Banyak perokok yang melakukan pembenaran, “Ah, kalau sudah waktunya meninggal ya meninggal saja, nggak harus karena merokok. Banyak yang perokok berat tetap bisa panjang umur, kok! Lagipula semua makhluk juga pada akhirnya akan mati.”

Bagi saya, pernyataan macam itu sangat-sangat egois dan arogan. Rokok memang bukan satu-satunya pembunuh atau penyebab sakit kanker dan jantung, tapi kita nggak bisa menutup mata, bahwa rokok bisa menyebabkan penyakit tersebut yang akhirnya berujung pada kematian. Maut memang tak bisa dihindari atau dicegah, apalagi dinegosiasikan. Tapi, paling tidak, kita bisa memberi penghargaan tertinggi terhadap kehidupan yang telah diberikan oleh Tuhan. Dengan cara apa? Dengan menjaga kesehatan sebaik-baiknya.


Hidup untuk sehat, dan sehat untuk hidup

Foto: dok.AprilTupai.com

Hidup yang sebaik-baiknya bagi saya adalah ketika kita bisa hidup sesehat-sehatnya. Lahir-batin, luar-dalam, jasmani-rohani, jiwa-raga, fisik-psikis. Kenapa? Karena keduanya bisa saling bersisian. Jiwa yang sakit bisa membuat kondisi fisik memburuk. Begitu pun tubuh yang tidak sehat, bisa mengacaukan pikiran.

Ketika kita sehat, ada banyak sekali hal yang bisa kita lakukan. Mengejar mimpi-mimpi, membahagiakan diri sendiri dan keluarga. Melakukan hal-hal yang mungkin sebelumnya tidak kita bayangkan.

Jika kita sakit, semua keinginan bisa jadi impian semata. Ada banyak keterbatasan yang tidak bisa kita tembus. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan demi sebuah kesembuhan. Padahal, bisa jadi itu semua hanyalah harga yang harus dibayar akibat kita terlalu menyia-nyiakan yang seharusnya bisa dengan mudah kita jaga dengan baik; kesehatan.


Mewaspadai Penyakit-Penyakit yang Menjadi Penyebab Kematian Terbesar di Dunia

Menurut data kematian yang dirangkum oleh WHO pada tahun 2015, penyakit jantung dan stroke menempati dua daftar teratas dari 10 penyebab kematian terbesar di dunia. Keduanya termasuk dalam jenis Penyakit Tidak Menular (PTM). Selain penyakit jantung dan stroke, masih ada banyak lagi jenis penyakit yang termasuk PTM, beberapa yang utama meliputi penyakit hipertensi, diabetes melitus, kanker dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).  

Dalam catatan “Rencana Aksi Program Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tahun 2015 – 2019”, yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (2015), disebutkan bahwa jumlah kematian akibat PTM terus meningkat dari 41,75% pada tahun 1995 menjadi 59,7% di 2007. Berdasarkan suvei Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2007, PTM menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia dengan proporsi (%) penyebab kematian tertinggi akibat stroke.


Sekitar 80% PTM diakibatkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurangnya konsumsi sayur dan buah, kurangnya aktivitas fisik, tingginya konsumsi lemak, garam dan gula berlebih serta kebiasaan buruk merokok dan minum alkohol.

Tahun 2017, WHO menunjukkan sebanyak 7,2 juta kematian akibat PTM disebabkan oleh konsumsi produk tembakau. Dikutip dari laman Sehatnegeriku.kemkes.go.id, Menteri Kesehatan Nila F. Moelok mengungkapkan bahwa meningkatkanya jumlah perokok di Indonesia telah menjadi ancaman serius. 

“Rokok merupakan faktor risiko penyakit yang memberikan kontribusi paling besar dibanding faktor risiko lainnya. Seorang perokok mempunyai risiko 2 sampai 4 kali lipat untuk terserang penyakit jantung koroner dan memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang penyakit kanker paru dan PTM lainnya,” ujar Menkes Nila F. Moeloek pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS), di kantor Kemenkes (11/7).
  
Sementara itu, prevalensi PTM atau jumlah kasus PTM yang dikumpulkan dari data 1,2 juta jiwa yang tercatat oleh Riskedas 2018 mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013. Peningkatan ini antara lain meliputi penyakit kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan agar jumlah penderita penyakit ini tidak semakin meningkat?


Mencegah Penyakit Tidak Menular dengan 3 Perilaku Germas

Grafis: AprilTupai.com

Germas adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia agar masyarakat semakin sadar untuk meningkatkan kualitas hidup dengan gaya hidup sehat.

Gerakan ini sebaiknya dimulai dari diri sendiri, kemudian ditularkan kepada keluarga. Semakin banyak keluarga yang menerapkan perilaku hidup sehat, maka masyarakat di sekitar juga perlahan akan meningkat kesadarannya.

Germas penting untuk digalakkan dalam kehidupan sehari-hari, karena daripada harus mahal-mahal mengobati penyakit, tentu jauh lebih mudah dan murah jika mencegahnya agar jangan sampai terjadi. 

Berikut ini tiga perilaku Germas yang dapat kita gencarkan untuk mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM).

 
1. Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari

Foto: Aprillia Ramadhina

Kita mungkin langsung merasa berat ketika mengharuskan diri berolahraga. Padahal, inti dari olahraga adalah membuat tubuh bergerak aktif. Dengan beraktivitas fisik, aliran darah menjadi lebih lancar, sehingga dapat meningkatkan fungsi organ-organ di dalam tubuh kita.

Salah satu perilaku Germas yang digalakkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah melakukan aktivitas fisik 30 menit setiap hari. Hal ini sejalan juga dengan anjuran American Heart Association (AHA) yang mengatakan bahwa olahraga teratur atau bergerak aktif dapat memberi manfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskular seperti: membantu menurunkan berat badan, mengurangi tekanan darah, mengurangi kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik. 

Foto: dok.Apriltupai.com

Olah raga dapat meningkatkan fungsi otot dan kekuatan serta kemampuan tubuh untuk menggunakan oksigen secara maksimal. Olahraga juga meningkatkan kapasitas pembuluh darah untuk melebar sehingga fungsi dinding pembuluh darah bisa lebih baik untuk memasok oksigen yang diperlukan tubuh. 

Berolahraga atau bergerak aktif selama 30 menit ini bisa didefinisikan sebagai aktivitas apa pun yang memiliki intensitas mirip dengan jalan cepat dengan kecepatan sekitar 3 - 4 mil per jam. Kegiatan ini bisa berupa bersepeda, berenang, berkebun, atau pekerjaan rumah lainnya.


Contoh aktivitas fisik 30 menit sehari yang bisa kamu lakukan:
- Berenang
- Bermain basket
- Berjalan-jalan di dalam mall
- Jogging di taman
- Senam
- Nge-gym
- Naik-turun tangga
- Skipping
- Olahraga dengan pekerjaan rumah tangga (menyapu, mengepel, membersihkan jendela,  dan mencuci baju).
 - dan lain-lain

Tips agar konsisten berolahraga:
Salah satu hal yang cukup sulit dari berolahraga adalah konsistensi. Komitmen terhadap diri sendiri adalah perjanjian yang biasanya paling sering dan paling mudah dilanggar.
Ini cara yang bisa dilakukan agar tidak lupa beraktivitas fisik 30 menit sehari:
- Buat pengingat atau alarm di ponsel
- Upayakan selalu berolahraga di waktu yang sama setiap harinya, agar menjadi kebiasaan
- Gunakan timer selama 30 menit ketika mulai beraktivitas.
- Siapkan playlist musik favorit selama 30 menit selama beraktivitas.

30 menit bukanlah waktu yang lama. Itu hanya 1/48 dari waktu kita selama 24 jam sehari. Siapkan waktu khusus untuk aktivitas ini, upayakan di pagi hari sebelum mulai aktivitas lainnya agar tubuh lebih segar dan bertenaga menjalani hari. Cobalah dan rasakan perbedaannya di tubuh.


2. Mengonsumsi buah dan sayur

Grafis: Apriltupai.com

Sayur dan buah memiliki nutrisi penting yang dibutuhkan oleh manusia. Bahkan risiko penyakit kronis tertentu dapat dikurangi dengan meningkatkan konsumsi sayuran dan buah-buahan. 

Menurut WHO, kurangnya konsumsi buah dan sayuran dapat membuat kesehatan memburuk dan meningkatkan risiko Penyakit Tidak Menular. Bahkan, pada tahun 2017 diperkirakan ada sekitar 3,9 juta kematian di seluruh dunia yang disebabkan kurangnya konsumsi sayuran dan buah. 


Sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan sumber kaya vitamin dan mineral serta nutrisi lainnya seperti antioksidan. WHO menganjurkan untuk mengonsumsi lebih dari 400 gram buah dan sayuran per hari untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan serta mengurangi risiko Penyakit Tidak Menular. 

Akan tetapi, konsumsi sayur dan buah di masyarakat Indonesia masih sangat kurang. Bahkan, menurut data Riset Kesehatan Dasar 2013 menyatakan sebanyak 93,5% penduduk Indonesia berusia di atas 10 tahun masuk dalam kategori kurang makan buah dan sayur! Meski sudah tahu banyaknya manfaat sayur dan buah, ternyata masih banyak orang yang malas mengonsumsinya secara rutin.

Padahal, mengonsumi buah dan sayur itu mudah dilakukan dan murah didapatkan. Hanya saja, lagi-lagi, rasa malas biasanya yang membuat kita jarang makan buah dan sayur.

Tips agar tidak malas makan buah dan sayur:

- Untuk permulaan, mulailah dari buah yang mudah dimakan. Dalam artian tidak perlu dikupas dengan pisau, seperti pisang, salak, tomat, jambu air, jambu biji, apel, jeruk, anggur dan stroberi.
- Setelah itu, mulailah konsumsi buah lain yang perlu dikupas atau dibelah dengan pisau seperti pepaya, semangka, mangga, alpukat, buah naga, melon, dan lain sebagainya.
- Jika bosan makan buah potong, coba selang-seling dengan dibuat jus.
- Untuk sayur, coba buka resep-resep di internet, supaya bisa masak sayur yang lebih variatif agar tidak bosan.
- Mulailah dari jenis buah dan sayur yang memang kita suka. Variasikan dengan beragam buah dan sayur lainnya agar semakin semangat membiasakan rutinitas.

Jangan khawatir pengeluaran jadi membengkak dengan konsumsi makanan sehat. Justru buah dan sayur harganya sangat terjangkau. Saya beli pisang dapat empat buah harganya hanya Rp 8.000 di tukang buah deka rumah saya.

3. Memeriksakan kesehatan secara rutin


Sudah rajin olahraga, rajin makan buah, tapi kapan ya terakhir kali cek kesehatan? Rata-rata orang mengunjungi rumah sakit atau layanan kesehatan lainnya ketika sedang sakit saja atau ada keluhan. Saat merasa diri baik-baik saja, kita tentu enggan periksa kesehatan. Kita berlindung di balik dalih, “Ah, nggak sakit apa-apa, kok, ngapain ke dokter?”

Padahal, kadang ketika kita merasa baik-baik saja, ya belum tentu sebenarnya juga baik-baik saja. Contohnya ketika ayah saya divonis punya penyakit jantung, barulah ketahuan penyakit-penyakit lainnya yang diidapnya.

Manfaat memeriksakan kesehatan secara rutin:
-  Dapat mendeteksi dini penyakit sehingga dapat dilakukan penanganan lebih cepat sebelum keadaan bertambah parah.
- Dapat mengetahui seberapa besar risiko penyakit dan meningkatkan kewaspadaan terhadap hal-hal yang dapat memperburuk kondisi.
- Mengetahui detail kondisi tubuh secara rinci sehingga dapat lebih meningkatkan pola hidup sehat dan mencegah datangnya penyakit.

Dengan memeriksakan kesehatan kepada ahlinya, kita jadi terhindar dari berasumsi pada tubuh kita sendiri. Asumsi yang salah tentunya berbahaya. Sementara itu, jika tidak mengecek tubuh secara rutin minimal 6 bulan sekali, kita bisa jadi tidak tahu penyakit apa saja yang bersarang dalam tubuh kita, sehingga kita tanpa sadar melakukan pengabaian dan pembiaran. 

Tubuh adalah kendaraan yang kita gunakan untuk mencapai tujuan dari banyak hal di hidup kita. Tengoklah sesekali lebih dalam, agar tahu seperti apa kondisi dan fungsi organ-organ di dalamnya. 

Kesehatan adalah investasi terbesar. Bagi saya pribadi, penting untuk selalu sehat agar bisa menyaksikan anak saya tumbuh dewasa, menemaninya ketika wisuda, menikah dan di setiap saat-saat terpenting dalam hidupnya.

Tiga perilaku Germas yang saya paparkan ini tentu sangat mudah sekali dilakukan dan tidak butuh biaya yang besar. Yuk, kita galakkan Germas, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari saat ini! Manfaat besarnya bukan hanya untuk diri sendiri saja, tapi juga untuk keluarga tercinta, dan untuk generasi selanjutnya. Karena sumber daya manusia yang sehat, tentu menjadi salah satu modal utama kemajuan suatu bangsa.


Referensi:








  • American Heart Association. (2003, 7 Januari). Exercise and Cardiovascular Health
  • Detik Health. (2017, 8 Februari). 10 Penyebab Kematian Terbesar di Dunia.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011, 18 Agustus). Penyakit Tidak Menular (PTM) Penyebab Kematian Terbanyak di Indonesia.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018, 2 November). Potret Sehat Indonesia dari Riskedas 2018.
  • P2PTM. (2017, 13 Juli). Cegah Penyakit Tidak Menular dengan Rajin Makan Buah dan Sayur dalam Rangka Memperingati Hari Buah Sedunia 2017.
  • Sehat Negeriku. (2016, 15 November). GERMAS Wujudkan Indonesia Sehat
  • Sehat Negeriku. (2019, 11 Juli). HTTS 2019: Jangan Biarkan Rokok Merenggut Napas Kita
  • World Health Organization. (2019, 11 Februari). Increasing Fruit and Vegetable Consumption to Reduce the Risk of Noncommunicable Diseases.